Rabu, 06 Juli 2022

PKP Kesehatan Lingkungan 2021

 

PENILAIAN KINERJA PUSKESMAS (PKP) UPTD PUSKESMAS KOKAP I

UKM ESENSIAL 

PROGRAM KESEHATAN LINGKUNGAN 

                                                               TAHUN 2021

 

Disusun oleh :

 

Isnaini Nurul M

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 









KATA PENGANTAR

 

Puji syukur kami panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa karena dengan rahmat dan karunia-Nya, sehingga dapat tersusun Penilaian Kinerja Puskesmas Kokap I tahun 2021. Penilaian kinerja Puskesmas ini berisi mengenai hasil pencapaian setiap program yang telah dilaksanakan pada tahun 2021 dan masalah masalah yang dihadapi di dalam proses pencapaian program tersebut. Diharapkan hasil pelaksanaan kegiatan ini diharapkan dapat digunakan untuk penyusunan Dokumen Manajemen tahun 2022 yang terdiri dari Analisa Wilayah, Rencana Pelaksanaan Kegiatan tahun 2022 dan Rencana Usulan Kegiatan tahun 2023.

 

Sesuai fungsinya puskesmas bertanggung jawab menyelenggarakan upaya kesehatan perorangan dan upaya kesehatan masyarakat.Dalam rangka menyelenggarakan upaya kesehatan perorangan dan upaya kesehatan masyarakat Puskesmas Kokap I berusaha menerapkan kebijakan program yang berorientasi pada kebutuhan masyarakat dan kepuasan pelanggan dengan mengoptimalkan sumber daya yang ada serta didukung oleh manajemen puskesmas yang baik. Penilaian kinerja puskesmas adalah salah satu rangkaian kegiatan manajemen puskesmas di unsur pengawasan, pengendalian, dan penilaian dari kegiatan program yang sudah dilaksanakan di tahun 2021

Disadari sepenuhnya bahwa penyajian Penilaian kinerja puskesmas ini masih belum memenuhi harapan, baik dalam hal kelengkapan data, keakuratan dan penyajiannya, hal ini tidak lepas dari keterbatasan waktu, tenaga, serta kemampuan kami dalam menyusun Penilaian Kinerja Puskesmas Kokap I ini. Maka untuk penyusunan penilaian kinerja puskesmas yang akan datang kami mohon bimbingan dan saran dari semua pihak terkait dalam penyempurnaannya.


Kepada semua staf Puskesmas Kokap I disampaikan banyak terimakasih karena atas bantuan dan kerjasamanya membantu kelancaran penyusunan Penilaian Kinerja Puskesmas Kokap I. Semoga Penilaian Kinerja Puskesmas Kokap I tahun 2021 ini dapat bermanfaat bagi kita semua

Kokap, 30 Desember 2021 Kepala Puskesmas Kokap I

 

 

 

   drg. Dyah Tri Handayani NIP. 19800430 201001 007


BAB I

                                                        PENDAHULUAN


A.   LATAR BELAKANG

Peraturan Menteri Kesehatan No. 43 tahun 2019 mengamanatkan bahwa Puskesmas adalah fasilitas pelayanan kesehatan yang menyelenggarakan upaya kesehatan masyarakat dan upaya kesehatan perorangan tingkat pertama, dengan lebih mengutamakan upaya promotif dan preventif, untuk mencapai derajat kesehatan masyarakat yang setinggi-tingginya di wilayah kerjanya.(1)

Pembangunan kesehatan telah diatur pada Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah dimana bidang kesehatan merupakan salah satu urusan wajib yang harus dilaksanakan oleh Pemerintah Daerah Kabupaten/Kota. Penyelenggaraan urusan wajib oleh Pemerintah Daerah merupakan perwujudan otonomi yang bertanggungjawab, yang pada intinya merupakan pemberian hak dan kewenangan daerah dalam wujud tugas dan kewajiban yang harus dipikul oleh daerah. Hal ini membawa konsekuensi bahwa keberhasilan pembangunan bidang kesehatan menjadi tanggungjawab Pemerintah Daerah dengan Dinas Kesehatan beserta unsur-unsurnya, salah satunya adalah Unit Pelaksana Teknis (UPT) Puskesmas.(2)

Puskesmas sebagai fasilitas pelayanan dasar berkewajiban melaksanakan kegiatan yang bersifat promotif, preventif, kuratif dan rehabilitatif. Kegiatan promotif dan preventif yang berorietasi pada Pelayanan Kesehatan publik (public goods), selama ini dikenal sebagai program yang membutuhkan dana besar namun tidak secara langsung memberikan dampak finansial bagi Pemda.

Beberapa hal diatas menunjukkan latar belakang dan tujuan diadakannya UPT Puskesmas Kokap I yaitu:

1.    UPT Puskesmas Kokap I didirikan karena adanya kebutuhan masyarakat akan fasilitas penyedia layanan kesehatan perorangan maupun layanan kesehatan masyarakat yang dekat dengan tempat tinggalnya.

2.    Adanya kebutuhan Pemerintah Daerah Kabupaten Kulon Progo untuk merealisasikan wewenang dan tanggungjawabnya untuk melayani masyarakat Kulon Progo khususnya masyarakat Kokap dan sekitarnya.

 

Seiring bertambahnya jumlah penduduk dan makin kompleksnya permasalahan di bidang kesehatan maka dibutuhkan dana serta sarana-prasarana yang semakin


besar untuk mengatasinya. Oleh karena itu beberapa tahun terakhir ini paradigma pembangunan kesehatan bergeser dari paradigma sakit kearah paradigm sehat. Hal ini berarti upaya kesehatan masyarakat atau upaya yang bersifat promotif dan preventif harus mendapat perhatian yang lebih baik dan membutuhkan peran lintas sector secara terintegrasi. Beberapa program upaya kesehatan masyarakat diantaranya: KIA, KB, Gizi, Kesehatan Lingkungan, Promkes dan P2M masing- masing memiliki tantangan yang tidak bisa diselesaikan sendiri oleh Puskesmas sehingga perlu diantisipasi dan ditanggulangi melalui kegiatan yang direncanakan dalam Dukumen Perencanaan Puskesmas dengan menggunakan Standar Pelayanan Minimal Pelayanan Kesehatan (SPM-YanKes) Kulon Progo.

Upaya pelayanan kesehatan saat ini dituntut untuk makin meningkatkan mutu pelayanan. Hal ini terjadi karena perubahan tingkat pengetahuan masyarakat dan kesadaran masyarakat tentang kesehatan karena arus globalisasi dan keterbukaan informasi. Undang-Undang No. 29 tahun 2004 tentang praktek kedokteran memberikan motivasi yang lebih bagi institusi pemberi pelayanan kesehatan untuk lebih meningkatkan mutu pelayanannya.(3)

Dalam upaya manajemen secara umum, tantangan terbesar Puskesmas adalah harus bisa beradaptasi dengan perubahan-perubahan regulasi di lingkungan Dinas Kesehatan, Pemerintah Daerah maupun Badan Pengelola Jaminan Kesehatan UPT Puskesmas Kokap I menjadi Puskesmas yang menerapkan Pola Pengelolaan Keuangan (PPK) BLUD sejak tahun 2014. PPK BLUD memberikan fleksibilitas dan keleluasan dalam pemanfaatan pendapatan dengan regulasi yang ditetapkan. Peningkatan Pendapatan Puskesmas dengan adanya kapitasi BPJS, terutama pelayanan dan cakupan program yang semakin tinggi serta sistem pencatatan dan pelaporan yang semakin banyak, menuntut kemampuan manajemen Puskesmas yang baik, agar proses perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi bisa terlaksana dengan baik.

Hal diatas harus didukung oleh komitmen manajemen maupun organ-organ intra Puskesmas untuk mau maju dan berkembang sesuai dengan tuntutan jaman. Adanya perubahan situasi lingkungan pelayanan kesehatan diatas menjadi momentum bagi UPT Puskesmas Kokap I untuk terus melakukan upaya peningkatan pelayanan kesehatan yang lebih baik.

Dalam mewujudkan Pelayanan kesehatan yang lebih baik dan berkualitas dalam mendukung pembangunan kesehatan kabupaten maka dalam penyelenggaraan Puskesmas mengacu pada Pedoman Managemen Puskesmas yang terdiri dari


Perencanaan (P1), Penggerakan-Pelaksanaan (P2), Pengawasan-Pengendalian- Penilaian (P3). Penilaian Kinerja Puskesmas bagian dari P3 guna mengetahui hasil cakupan kinerja dan mutu pelayanan kesehatan sesuai dengan masalah, kebutuhan dan keadaan wilayah kerjanya. Hasil Penilaian Kinerja Puskesmas menjadi salah satu komponen dalam penyusunan perencanaan di tahun yang akan datang untuk mencapai pelayanan kesehatan dan kualitas yang optimal.

 

B.   TUJUAN DAN MANFAAT

1.    TUJUAN

a.    Tujuan Umum

Untuk meningkatkan kemampuan manajemen di UPT Puskesmas Kokap I dalam menyusun perencanaan kegiatan tahunan dalam upaya meningkatan fungsi Puskesmas sebagai pusat pengembangan, pembinaan dan pelaksanaan upaya kesehatan diwilayah kerjanya.

b.    Tujuan Khusus

1)      Tersusunnya Penilaian Kinerja Puskesmas sebagai guna mengetahui hasil cakupan kinerja dan mutu pelayanan kesehatan sesuai dengan masalah, kebutuhan dan keadaan wilayah kerjanya.

2)      Tersusunnya Kinerja Puskesmas sebagai salah satu bahan penyusunan Rencana Pelaksanaan Kegiatan (RPK) 2022, Rencana Usulan Kegiatan (RUK) 2023 Puskesmas.

 

C.   VISI, MISI, DAN TATA NILAI VISI

Menjadi pusat pelayanan kesehatan tingkat pertama yang bermutu untuk mewujudkan masyarakat Kokap sehat mandiri

 

MISI

1.   Menyelenggarakan pelayanan kesehatan yang bermutu dan terjangkau

2.   Meningkatkan pemberdayaan masyarakat sehat mandiri dengan pendekatan keluarga

3.   Menyelenggarakan sistem manajemen yang bermutu


TATA NILAI

Nilai-nilai kerja yang disepakati diimplementasikan dalam budaya kerja UPT Puskesmas Kokap I yaitu

“S A T R I Y A”

Kepanjangan dari budaya kerja UPT Kokap I SATRIYA sebagai berikut:

Selaras

Akal Budi Luhur

Teladan

Rela Melayani

Inovatif

Yakin Dan Percaya Diri

Ahli Profesional

 

 

Sedangkan indikator implementasi dari SATRIYA sebagai berikut:

Selaras

a.    Taqwa, taat, dan patuh terhadap nilai-nilai ajaran agama masing- masing

       b.    Peduli dan menjaga kelestarian lingkungan sekitar

c.    Menjaga hubungan yang harmonis dengan keluarga, rekan kerja dan masyarakat

d.    Memelihara kebersihan dan keindahan lingkungan kerja dan lingkungan hidup

 

Akal Budi Luhur

a.    Sadar akan rasa benar dan salah

b.    Menjunjung tinggi integritas (jujur dan dapat dipercaya)

c.    Taat terhadap norma agama dan hukum

d.    Menjunjung tinggi etika

e.    Berkomunikasi santun dan bersedia menerima masukan

f.     Adaptif terhadap perubahan


Teladan

a.    Menjadi teladan dalam perilaku

b.    Menjalankan peran nya secara adil dan arif bijaksana

c.    Menjadi pendorong kemajuan


 

 

Rela Melayani

a.    Menempatkan kepentingan masyarakat di atas kepentingan pribadi dan golongan

b.    Mengantisipasi kebutuhan masyarakat

c.    Membangun kerja sama yang produktif

 

 

Inovatif

a.    Berkemauan keras untuk mencari dan menciptakan sesuatu yang baru menujun kemajuan

b.    Senantiasa belajar, baik secara individual maupun berkelompok untuk memperoleh materi pembaharuan

c.    Tidak bersikap egois dan tetap menjunjung tinggi etika

 

 

Yakin dan Percaya Diri

a.    Selalu mengasah ketajaman rasa untuk memilih dan memilah jenis tugas dan pekerjaan yang diyakini akan membawa manfaat yang positif.

b.    Menjunjung tinggi asas kejujuran sebagai modal utama keyakinan dan percaya diri dalam melaksanakan tugas dan pekerjaan

c.    Memegang teguh ajaran falsafah : sawiji, greget, sengguh, ora mingkuh (konsentrasi, semangat, percaya diri dengan rendah hati)

 

Ahli Profesional

a.    Bertanggung jawab terhadap pekerjaanya

b.    Mempunyai komitmen tinggi dalam melakukan pekerjaanya

c.    Dengan keahlian dan kecerdasan yang dimiliki selalu ingin mencapai yang terbaik

d.    Disiplin yang didasari ketulusan dan keikhlasan

e.    Cermat, tepat dan cepat

f.     Bertindak secara efektif dan efisien

g.    Mempunyai kreatifitas dalam bekerja

h.    Bekerja mandiri dalam kebersamaan

i.      Berpikir jauh ke depan dengan melihat peluang inovasi


BAB II ANALISA SITUASI

 

 

A.GAMBARAN UMUM

1.   GEOGRAFI

1.1    Letak Wilayah

 

UPT Puskesmas Kokap I merupakan salah satu Puskesmas di Kapanewon Kokap Kabupaten Kulon Progo yang letaknya berada pada jarak 15 Km dari pusat pemerintahan (Ibu Kota Kabupaten).

Perbatasan wilayah UPT Puskesmas Kokap I antara lain:

 

-        Sebelah utara dengan Kapanewon Kokap

-        Sebelah Timur dengan Kapanewon Pengasih

-        Sebelah Selatan dengan Kapanewon Temon

-        Sebelah Barat dengan Kabupaten Purworejo , Propinsi Jawa Tengah

 

 

Gambar 1. Peta administrasi UPT Puskesmas Kokap I


1.2    Keadaan alam

Wilayah kerja UPT Puskesmas Kokap I meliputi 3 Kalurahan dari 5 Kalurahan di Kapanewon Kokap yaitu Kalurahan Hargorejo, Hargomulyo dan Kalirejo dengan luas wilayah kurang lebih 4537,15 Ha. Daerah yang terluas adalah Kalurahan Hargorejo dengan luas 1543,45 Ha atau sekitar 34 persen dari luas total Wilayah Kerja Puskesmas. Sedangkan Kalurahan Kalirejo merupakan daerah


yang memiliki wilayah paling kecil yaitu hanya seluas 12.951,500 Ha. (Puskesmas Kokap, 2020)

Topografi UPT Puskesmas Kokap I, seperti pada umumnya wilayah Kapanewon Kokap sebagian besar merupakan daerah pegunungan yang terletak di kawasan Bukit Menoreh. Daerah perbukitan ini khususnya pemukiman penduduk berada pada ketinggian antara 100-600 meter dpl berupa lahan kering yang banyak ditumbuhi pohon kelapa, coklat, bambu, buah-buahan (durian, pisang, manggis, mangga, dll) dan tanaman hutan lainnya.

Dengan kondisi geografisnya yang merupakan pegunungan Menoreh, wilayah UPT Puskesmas Kokap I memiliki sarana transportasi antar dusun, berupa jalan yang telah di aspal, dengan model transportasi umum ojek. Akan tetapi jalan kecil antar perumahan warga masih banyak yang belum diaspal sehingga kemungkinan kesulitan saat merujuk cukup tinggi.

Perairan yang ada berupa sungai, mata air dengan alirannya dan danau buatan (waduk) Sermo. Sebagian besar sungai di daerah ini waktu musim kemarau tidak mengalir, genangan-genangan air terbentuk di sepanjang sungai. Sumber air minum berasal dari mata air yang dialirkan ke rumah-rumah penduduk melalui pipa-pipa plastik kecil (Barodji, 2003). Seperti di daerah-daerah lain di Jawa, musim hujan di Kapanewon Kokap berlangsung dari bulan Oktober – Maret dan musim kemarau antara bulan Mei-Agustus. Suhu udara rata-rata berkisar 25-32 °C. Besarnya curah hujan rata-rata per tahun antara 2000-2500 mm/tahun, dengan jumlah hari hujan rata-rata per tahun 88 hari (Sudiyono dan Marzuki).

 

1.3    Pemerintahan

Wilayah Kerja UPT Puskesmas Kokap I terdiri dari 3 Kalurahan dengan 36 dusun dengan wilayah Kalurahan terluas Kalurahan Hargorejo dengan luas wilayah 1543,45 Ha² dan yang paling kecil wilayahnya adalah Kalurahan Kalirejo. Dilihat dari jumlah komposisi dusun, Kalurahan yang mempunyai dusun terbanyak terbanyak adalah Kalurahan Hargorejo dengan 16 dan Kalurahan Kalirejo memiliki paling sedikit sebanyak 9 Dusun. Wilayah UPT Puskesmas Kokap I merupakan wilayah dengan struktur Pemerintahan Kalurahan.


2.   DEMOGRAFI

2.1. Jumlah Penduduk

Berdasarkan data Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kabupaten Kulon Progo tahun 2021 semeter I, dalam wilayah UPT Puskesmas Kokap I terdapat 22.770 orang yang tersebar dalam tiga wilayah Kalurahan yaitu Hargomulyo, Hargorejo dan Kalirejo dengan rincian laki-laki 11.463 orang dan perempuan 11307 orang. Jumlah penduduk terbanyak berada di Kalurahan Hargorejo, yaitu sejumlah 9.666 orang, kemudian Hargomulyo sejumlah 7957 orang dan paling sedikit jumlah penduduknya Kalurahan Kalirejo sejumlah 4847 orang. Kalurahan Hargorejo memiliki wilayah terluas dan dusun terbanyak.

Tabel 1. Data Jumlah Penduduk Menurut Jenis Kelamin di UPT Puskesmas Kokap I Tahun 2021

 

KALURAHAN

L

P

TOTAL

HARGOMULYO

3980

3977

7957

HARGOREJO

4751

4915

9666

KALIREJO

2432

2415

4847

TOTAL

11463

11307

22770

Sumber : Data Hasil Konsolidasi dan Pembersihan Database Kependudukan oleh Ditjen Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kemendagri. Diolah Biro Tata Pemerintahan Setda DIY Semester 1 tahun 2021

 

Tabel 2. Jumlah Penduduk, Luas Wilayah, Jumlah Rumah Tangga dan Rata-rata Jiwa dalam Rumah Tangga UPT Puskesmas Kokap I Tahun 2021

 

No

Nama Kalurahan

Jumlah Penduduk

Luas Wilayah

(Ha)

Jumlah Rumah

Tangga

Rata rata Jiwa Per Rumah

Tangga

1

Hargomulyo

7957

15,22

2771

3

2

Hargorejo

9666

15,42

3451

3

3

Kalirejo

4847

12,95

1646

3

 

Jumlah

22770

43,6

7868

 

Sumber: Data Hasil Konsolidasi dan Pembersihan Database Kependudukan oleh Ditjen Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kemendagri. Diolah Biro Tata Pemerintahan Setda DIY Semester 1 tahun 2021

 

Jumlah Rumah Tangga yang paling banyak berada di Kalurahan Hargorejo, sebanding dengan jumlah penduduk terbanyak yang juga berada di Kalurahan


Hargorejo. Rata-rata jiwa yang berada dalam 1 Rumah tangga di 3 Kalurahan adalah 3 orang

Jarak antar perumahan penduduk di wilayah UPT Puskesmas Kokap I masih jarang. Luas wilayah dusun dan Kalurahan cukup besar dengan kondisi geografis yang perbukitan. Maka kelompok masyarakat bertempat tinggal mengumpul pada suatu daerah dan ada daerah yang tidak dihuni. Dari semua Kalurahan, Kalurahan Kalirejo adalah Kalurahan dengan kepadatan penduduk paling kecil dan memiliki kondisi geografis paling sulit.

 

2.2     Sosial Ekonomi

Tabel 3. Jumlah Penduduk Miskin

di Wilayah UPT Puskesmas Kokap I Tahun 2021

No

Nama Kalurahan

Jumlah Penduduk

Jumlah Penduduk Miskin

%

1

Hargomulyo

7957

2.652

32,52

2

Hargorejo

9666

3.546

37,11

3

Kalirejo

4847

2.769

55,84

 

Jumlah

22770

8.967

39,56

Sumber : Data Hasil Konsolidasi dan Pembersihan Database Kependudukan oleh Ditjen Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kemendagri. Diolah Biro Tata Pemerintahan Setda DIY Semester 1 tahun 2021

 

Dari tabel diatas dapat dilihat bahwa penduduk di wilayah kerja UPT Puskesmas Kokap hampir sebagian besar (39,56 %) adalah penduduk miskin. Hal ini dapat mempengaruhi pola pikir dan kesehatan masyarakat. Sekalipun akses ke tenaga kesehatan mudah dan dijamin oleh jaminan kesehatan seperti Jamkesmas/JKN PBI, Jamkesos, Jamkesda, PKH, akan tetapi hal lain yang secara tidak langsung dapat berakibat kesehatan seperti pola makan yang tidak seimbang karena alasan ekonomi. Dalam hal ketersediaan sarana dapat mempengaruhi kesehatan seperti kepemilikan kendaraan bermotor baik roda dua maupun empat telah banyak yang memiliki sehingga memudahkan akses ke sarana kesehatan. Dari seluruh rumah tangga miskin di wilayah UPT Puskesmas Kokap I, persentase terbesar berada di Kalurahan Kalirejo yang merupakan daerah tersulit di wilayah UPT Puskesmas Kokap I sehingga kemungkinan kesulitan akses kesehatan karena sosial ekonomi lebih tinggi dibanding Kalurahan lain


 

2.4          Sosial Budaya

Tradisi, mitos dan budaya dimasyarakat yang berkaitan dengan kesehatan adalah:

a.  Gotong royong masih sangat kuat

b.  Arisan RT dilakukan malam hari

c.  Adanya budaya merti Kalurahan

d.  Bila ada kelahiran bayi, diadakan jagongan malam hari dengan lama jagongan minimal seminggu


e.  Ibu menyusui dilarang mengkonsumsi ikan dan makanan yang amis-amis, karena akan membuat bayi muntah.

f.   Suami ibu hamil tidak boleh menyembelih hewan karena akan mengakibatkan anak yang dikandung cacat.

g.  Masih ada yang menggunakan jasa dukun, baik dukun bayi maupun dukun pijat.

h.  Masih banyak anggapan bahwa penyakit menular seperti parotitis tidak serius dan cukup diberi kalung mengkudu

i.    Masih adanya anggapan bahwa penyakit herpes diobati dengan ludah pasangan yang berlatar belakang janda dan jejaka

j.    Bila ada anak sakit, tidak diperiksakan di Fasilitas Kesehatan, tetapi malah dibawa ke dukun atau orang pintar

Dari tradisi ini, ada yang dapat digunakan sebagi sarana memberikan informasi dan edukasi akan pentingnya kesehatan seperti kuatnya gotong royong, adanya tradisi merti Kalurahan. Akan tetapi ada pula yang tidak mendukung kesehatan. Posisi Kapanewon Kokap yang berada di pegunungan Menoreh membuat Kapanewon Kokap menjadi daerah endemis Malaria. Dengan adanya tradisi yang dilakukan pada malam hari, tentu saja meningkatkan resiko gigitan nyamuk Anopheles, sebagai vektor Malaria dan meningkatkan potensi penularan penyakit Malaria.

Beberapa masyarakat di wilayah UPT Puskesmas Kokap I masih tidak menganggap serius penyakit yang dideritanya dikarenakan rendahnya pengetahuan tentang kesehatan, disamping akses ke Fasilitas Kesehatan yang dianggap sulit bagi beberapa orang. Hal ini tentu saja berpengaruh pada pencapaian derajat kesehatan di masyarakat. Untuk itu perlu dipikirkan strategi-strategi khusus agar informasi tentang kesehatan bisa diakses dan diterima oleh masyarakat, khususnya bagi masyarakat yang mempunyai tingkat pengetahuan dan penerimaan yang rendah pada sektor kesehatan.


 

3.   KETENAGAAN

Tabel 5. Jumlah Ketenagaan UPT Puskesmas Kokap I Tahun 2021

 

 

No

 

JENIS KETENAGAAN

 

PNS

 

PPPK

 

BLUD/BOK

 

LAIN-LAIN

 

JUMLAH

 

 

 

 

 

 

 

1

Dokter

2

 

 

 

1

2

Dokter Layanan Primer (DLP)

 

 

 

 

 

3

Dokter Gigi

2

 

 

 

2

4

Perawat

3

 

2

 

5

5

Perawat gigi

2

 

 

 

2

6

Bidan

5

 

 

 

5

7

Tenaga promosi kesehatan dan ilmu perilaku

 

1

 

 

 

 

1

8

Tenaga sanitasi lingkungan

 

 

1

 

1

9

Nutrisionis

1

 

1

 

2

10

Apoteker

 

 

1

 

1

11

Tenaga teknis kefarmasian

1

 

 

 

1

12

Ahli teknologi laboratorium medik

1

 

1

 

2

13

Tenaga sistem informasi kesehatan

 

 

1

 

 

1

14

Tenaga administrasi keuangan

1

 

2

 

3

15

Tenaga ketatausahaan

2

 

4

 

6

16

Pekarya

 

 

4

 

4

17

Lain-lain :

 

 

 

 

0

 

1) Tenaga kesehatan tradisional

 

 

 

 

0

 

2) JMD

 

 

21

21

21

 

3) Epidemiolog

1

 

1

 

2

 

 

 

 

 

 

 

 

TOTAL

 

 

 

 

60


Sumber: Data UPT Puskesmas Kokap I Tahun 2021

 

 

Bila dibandingkan dengan Perbup Kulon Progo Nomor 6 tahun 2016 tentang perubahan ketiga atas Perbup Kulon Progo No.42 Tahun 2012 tentang Kualifikasi Jabatan Fungsional tertentu, maka tenaga yang belum terpenuhi di UPT Puskesmas Kokap I adalah tenaga pengadministrasi pendaftaran 2 orang, tenaga pengadministrasi keuangan 1 orang, bendahara penerimaan 1 orang, pengelola program/laporan 1 orang, pengelola imunisasi 1 orang, dokter 2 orang, pranata laboratorium 1 orang, bidan 1 orang, nutrisionis 1 orang, pengemudi 1 orang. Selama ini ketugasan tenaga tersebut diatas diampu oleh tenaga lain, sehingga menyebabkan tugas utama tidak bisa dilakukan dengan maksimal.

Saat ini UPT Puskesmas Kokap I memiliki 5 orang bidan, sedaangkan menurut analisis beban kerja dibutuhkan 6 orang bidan. Hal ini sesuai dengan Peraturan Bupati Nomor 6 tahun 2016 tentang perubahan ketiga atas Perbup Kulon Progo No 42 tahun 2012 tentang kualifikasi jabatan fungsional tertentu pada Pemda, jumlah kebutuhan bidan sebanyak 6 orang.


B. JUMLAH KUNJUNGAN PASIEN

Tabel 5. Jumlah Kunjungan Pasien Berdasarkan Wilayah Kalurahan di UPT Puskesmas Kokap I tahun 2021

 

No

Wilayah

Kunjungan

Laki-laki

Perempuan

Jumlah

1

Hargorejo

1854

3715

5566

2

Kalirejo

810

1963

2776

3

Hargomulyo

768

1770

2541

 

Jumlah

3432

8219

11651

Sumber: Data SIMPUS UPT Puskesmas Kokap I Tahun 2021

 

Kunjungan pasien di Puskesmas Kokap I bulan Januari sampai dengan Desember tahun 2021 banyak didominasi oleh warga Kalurahan Hargorejo dimana memang letak Puskesmas Kokap I dan jumlah penduduk terbanyak ada di Kalurahan Hargorejo dibandingkan 2 Kalurahan lainnya. Kunjungan tahun 2021 menurun 29,1% (5334 pasien) dibandingkan kunjungan pasien tahun 2020, dikarenakan adanya pandemi Covid 19. Pasien merasa takut datang ke Puskesmas karena adanya himbauan dari pemerintah untuk membatasi mobilisasi masyarakat. Selain itu adanya stigma di masyarakat bahwa Puskesmas “mengcovidkan” pasien yang bekunjung ke Puskesmas memberikan andil sangat besar pada penurunan jumlah kunjungan di Puskesmas Kokap I.

 

Tabel 6. Jumlah Kunjungan Pasien di UPT Puskesmas Kokap I Berdasarkan Jaminan Yang Digunakan Tahun 2021

 

No

Status pasien

Kunjungan

Laki-laki

Perempuan

Jumlah

1

Umum dalam wilayah

795

1624

2419

2

JKN PBI

2759

6089

8848

3

JKN NON PBI

832

1262

2094

 

Total

4386

8975

13361

 

 

 

 

 

Sumber: Data Rekam Medis UPT Puskesmas Kokap I Tahun 2021

 

Pasien yang berkunjung di Puskesmas Kokap I pada bulan Januari sampai dengan bulan November Tahun 2021 sebagian besar didominasi oleh pasien yang mempunyai jaminan BPJS baik PBI maupun Non PBI yaitu sebesar 9864 orang atau sebanyak 81,72% dari total kunjungan yang ada sebanyak 12070 pasien. Hal ini menunjukkan bahwa sebagian warga sudah memanfaatkan Jaminan kesehatan


dalam mengakses fasilitas kesehatan dan sejalan dengan program pemerintah yang mengharapkan semua warga negara bisa mempunyai Jaminan Kesehatan. Pasien umum yang berkunjung di UPT Puskesmas Kokap I merupakan pasien yang tidak mempunyai jaminan kesehatan atau sebenarnya mempunyai jaminan kesehatan tetapi faskesnya bukan di UPT Puskesmas Kokap I serta pasien yang berasal dari luar daerah.

 

C. SEPULUH BESAR PENYAKIT

Tabel 7. Sepuluh Besar Penyakit

di UPT Puskesmas Kokap I tahun 2021

 

 

No

ICDX

Diagnosa

Total

1

I10

Essential (primary) hypertension

2440

2

K30

Dyspepsia

627

3

Z34

Supervision of normal pregnancy

624

4

Z00.0

General medical examination

614

5

L08.9

Local infection of skin and subcutaneous tissue, unspecified

 

442

6

E11

Non-insulin-dependent diabetes mellitus

439

7

Z30.9

Contraceptive management, unspecified

421

8

J06.9

Acute upper respiratory infection, unspecified

349

9

I50.0

Congestive heart failure

319

10

K02.1

Caries of dentine

272

Sumber: Data SIMPUS UPT Puskesmas Kokap I Tahun 2021

 

Seperti tahun-tahun sebelumnya, Hipertensi menduduki urutan pertama dalam sepuluh besar penyakit di Tahun 2021. Walaupun lebih banyak didominasi oleh Lansia, tetapi Hipertensi ini juga banyak dialami oleh pasien dengan usia muda. Adanya pola hidup dan pola makan yang tidak sehat seperti merokok, konsumsi makanan tinggi garam, kurang asupan buah dan sayuran, jarang olahraga turut memberikan andil dalam peningkatan jumlah pasien Hipertensi. Sayangnya, masih banyak pasien Hipertensi yang belum melakukan pengobatan rutin ke Puskesmas. Biasanya pasien akan periksa ke Puskesmas jika memang diketahui tekanan darahnya tinggi dan sudah menimbulkan gejala tidak nyaman di tubuhnya. Peran Petugas Kesehatan dalam memberikan edukasi dan promosi


kesehatan kepada masyarakat perlu ditingkatkan lagi agar pasien sadar untuk melakukan pemeriksaan dan pengobatan Hipertensi secara rutin.

Pada urutan kedua yaitu supervision of normal pregnancy yang merupakan pemeriksaan kehamilan normal. Meningkatnya kunjungan kehamilan ini menjadi pertanda yang baik bagi peningkatan kesejahteraan ibu dan anak. Pada tahun 2021 terdapat satu Angka Kematian Ibu (AKI) di wilayah Puskesmas Kokap I karena infeksi covid-19. Oleh karenanya sangat dibutuhkan kerja keras dari petugas kesehatan di Puskesmas Kokap I supaya tidak terjadi lagi AKI di wilayah kerjanya.

Dispepsia menjadi penyakit yang menduduki urutan 3 dari sepuluh besar penyakit. Semua kondisi tidak nyaman di abdomen (perut) masuk ke dalam diagnosis Dyspepsia. Dyspepsia sering sekali dikeluhkan oleh pasien. Petugas kesehatan di Puskesmas Kokap I harus melakukan pemeriksaan secara holistik dan mendalam, termasuk tentang masalah kejiwaan pasien, karena terdapat hubungan yang erat antara dispepsia dengan gangguan jiwa ringan yaitu cemas dan depresi. Sebagian besar dispepsia bisa sembuh dengan pengelolaan stres yang benar.

General medical of examination menduduki urutan 4 dari sepuluh besar penyakit yang ada di Tahun 2021. Hal ini disebabkan karena banyak masyarakat yang membutuhkan surat keterangan dokter untuk berbagai keperluan, salah satunya melamar pekerjaan.

Local infection of skin and subcutaneous tissue, unspecified menduduki urutan ke – 5, lebih banyak didominasi oleh rawat luka dan Abces/ bisul. Dalam merawat luka, pasien memerlukan lebih dari 1 kali kunjungan ke puskesmas dalam setiap bulannya. Rata-rata pasien rawat luka memerlukan waktu 3 hari sekali untuk kontrol luka hingga sembuh. Kunjungan ulang ini menyebabkan diagnosis L08.9 (Local infection of skin and subcutaneous tissue, unspecified ) menjadi tinggi dan menduduki urutan ke 5 dalam sepuluh besar penyakit di Tahun 2020



BAB III

 

HASIL PENILAIAN KINERJA

 

Penilaian kinerja UPT Puskesmas Kokap I Tahun 2021 menggunakan data hasil pelaksanaan pelayanan kesehatan, manajemen puskesmas, dan mutu pelayanan. Kegiatan tersebut dimulai sejak awal tahun anggaran pada saat penyusunan Rencana Pelaksanaan Kegiatan Puskesmas. Selanjutnya dilakukan pengumpulan data yang dipantau melalui lokakarya mini bulanan dengan lintas program dan lokakakarya mini tribulanan yang melibatkan lintas sektor. Sebagai unit pelaksana teknis Dinas Kesehatan Kabupaten, maka dalam proses pelaksanaan penilaian kinerja puskesmas tetap dibawah bimbingan dan pembinaan Dinas Kesehatan Kabupaten Kulon Progo.

A.   Penetapan Target Puskesmas

Target puskesmas yaitu tolak ukur dalam bentuk angka nominal atau presentase yang akan dicapai puskesmas pada akhir tahun. Penetapan besar target yang akan dicapai masing- masing puskesmas bersifat spesifik dan berlaku untuk puskesmas yang bersangkutan berdasarkan pembahasan bersama antara dinas kesehatan kabupaten dengan puskesmas khususnya programmer pada saat penyusunan rencana kegiatan puskesmas.

Penetapan target puskesmas adalah jabaran target kabupaten, propinsi, dan nasional dengan mempertimbangkan:

1.      Besarnya masalah yang dihadapi masing-masing puskesmas

2.      Besarnya masalah yang dihadapi kabupaten

3.      Keberhasilan tahun lalu dalam menangani masalah

4.      Kendala, masalah, dan penanganannya.

5.      Ketersediaan sumber daya dan kemampuan SDM tahun mendatang.

6.      Lingkungan fisik.

7.      Target Puskesmas


A.   Pencapaian Indikator PISPK 2021

Tabel 11. Tabel Pencapaian Indikator PISPK di UPT Puskesmas Kokap I tahun 2021

 

 

 

 

NO

 

INDIKATOR

Capaian

tahun 2020

Capaian

tahun 2021

1

Keluarga mengikuti KB

13,1

24,70

2

Ibu bersalin di fasyankes

88,24

90

3

Bayi mendapat imunisasi dasar lengkap

99,37

98,82

4

Bayi diberi ASI eksklusif selama 6 bulan

93,87

94,35

5

Pertumbuhan balita dipantau tiap bulan

96,27

96,39

6

Penderita TB paru berobat sesuai standar

27,27

30,1

7

Penderita hipertensi berobat teratur

11,27

13,34

8

Gangguan jiwa berat tidak diterlantarkan

49,22

32,94

9

Tidak ada anggota keluarga yang merokok

45,95

45,69

 

10

Keluarga mempunyai akses terhadap air

bersih

 

95,47

 

78,02

 

11

Keluarga mempunyai akses/menggunakan

jamban sehat

 

97,15

 

95,37

12

Sekeluarga menjadi anggota JKN/askes

79,15

96,88

 

Total

0,22

0,23

Sumber: Data PISPK Dinas Kesehatan Kabupaten Kulon Progo Tahun 2021

 

 

Dari tabel diatas terlihat hasil Indeks Keluarga Sehat (IKS) tahun 2021 sebesar 0,23 atau meningkat 0,1 dibandingkan IKS tahun 2020. Dari 12 indikator PISPK, indikator yang menunjukkan peningkatan adalah Keluarga mengikuti KB, Ibu bersalin di Fasyankes, Bayi diberi ASI Eksklusif selama 6 bulan, Pertumbuhan Balita dipantau setiap bulan, Penderita TB Paru dipantau setiap bulan, dan Penderita Hipertensi berobat teratur. Indikator yang menunjukkan penurunan capaian kemungkinan dikarenakan hasil intervensi yang belum dilakukan entry pada aplikasi PISPK. Indikator yang menunjukkan capaian terendah sama dengan indikator tahun 2020 yaitu Penderita Hipertensi berobat teratur, Penderita TB Paru berobat sesuai standar dan gangguan jiwa berat tidak diterlantarkan.


 

Penderita Hipertensi yang berobat teratur masih jauh dibawah target, dikarenakan penderita merasa baik baik saja dan tidak ada gejala apapun walaupun tensinya tinggi, sehingga merasa belum perlu melakukan pengobatan. Disamping itu adanya pandemi Covid 19 di tahun 2021 menyebabkan penderita hipertensi merasa takut berobat di Puskesmas, selain akses Puskesmas yang dirasa sulit dijangkau oleh sebagian masyarakat. Ke depannya Puskesmas harus lebih mendekatkan akses pelayanan kepada masyarakat, agar prosentase penderita Hipertensi yang berobat teratur bisa meningkat.

Indikator Tidak ada keluarga yang merokok cenderung mengalami penurunan dikarenakan perilaku masyarakat yang sulit diubah dan menganggap bahwa merokok adalah hal yang wajar, serta kurang memahami bahaya merokok bagi dirinya sendiri atau orang-orang di sekitarnya. Diperlukan dukungan lintas sektor untuk bisa mewujudkan lingkungan masyarakat yang sehat dan bebeas asap rokok.

Pada tahun 2021 sudah dilakukan intenvensi lanjutan berupa Kunjungan Rumah kepada keluarga Pra Sehat dan Validasi data, salah satunya melalui kader. Hasil intervensi lanjutan ini belum semuanya dilakukan entry di Aplikasi PISPK karena keterbatasan tenaga yang ada. Indikator Penderita TB paru tidak berobat sesuai standar dan Gangguan Jiwa Berat tidak ditelantarkan perlu dilakukan intervensi lanjutan berupa Kunjungan rumah kepada penderita untuk memastikan kevalidan datanya, apakah memang masuk dalam kategori indikator tersebut diatas atau tidak.

 

A.   Pengumpulan Data Hasil Kegiatan

Hasil kegiatan yang dinilai adalah capaian kegiatan pada bulan Januari sampai dengan Desember 2022. Yang dimaksud dengan hasil kegiatan Puskesmas adalah hasil kegiatan Puskesmas beserta jaringannya serta hasil kegiatan pembinaan dan pemberdayaan masyarakat. Data untuk menghitung hasil kegiatan diperoleh dari SIMPUS dan pencatatan hasil kegiatan yang ada di tiap pemegang program.

Berikut adalah kegiatan pendahuluan yang dilakukan untuk persiapan penilaian oleh Dinas Kesehatan Kabupaten:

a.   Kepala Puskesmas membentuk tim penilaian kinerja puskesmas untuk melakukan kompilasi hasil pencapaian (output dan outcome) dalam rangka mawas diri mengukur keberhasilan kinerja.


 

b.   Tim    penilaian     kinerja    melakukan    pengumpulan     data    pencapaian,    dengan memperhatikan cakupan hasil kegiatan dan mutu bila memungkinkan.

c.   Dari hasil yang telah tercapai dilakukan analisa masalah, identifikasi masalah dan mencari penyebab masalah, serta menyusun rencana pemecahan masalah.

d.   Hasil penilaian kinerja dilaporkan ke Dinas Kesehatan Kabupaten

 

 

E.  Pelaksanaan Penilaian

Penilaian menggunakan kuisoner yang disusun oleh Dinas Kesehatan kabupaten. Selanjutnya Tim akan mengonfirmasi hasilnya dengan masing masing pemegang program.

Hasil kegiatan yang telah terkumpul kemudian disampaikan untuk dinilai oleh Tim Penilai dari Dinas Kesehatan Kabupaten Kulon Progo.Kemudian dalam diskusi dibahas hal-hal yang berkaitan dengan kendala yang dihadapi selama pelaksanaan kegiatan serta alternatif pemecahan masalahnya.

 

F.  Pengolahan Data

Data hasil kegiatan pada masing – masing program lalu direkap ke dalam format excel yang telah diberikan oleh dinas kesehatan. Dalam format tersebut dapat diketahui nilai yang diperoleh. Cakupan hasil kegiatan dan mutu hasil kegiatan dihitung dengan melihat perbandingan antara hasil capaian dengan hasil dengan target atau yang telah ditetapkan. Kesimpulan diperoleh berdasarkan nilai maksimum dikurangi nilai capaian yang diperoleh dari masing masing program. Dari perhitungan tersebut akan diperoleh presentase nilai pencapaian.

 

Interpretasi rata-rata kinerja program UKM esensial:

Kesimpulan

Nilai Capaian

1. Puskesmas dengan kinerja Baik

> 91%

2. Puskesmas dengan kinerja Cukup

81 - 90 %

3. Puskesmas dengan kinerja Rendah

< 80%


 

 

Tabel 15. Hasil penilaian kinerja UKM Esensial Puskesmas Kokap I tahun 2020

 

No

Program UKM Esensial

Hasil cakupan

Kesimpulan kinerja

1

Kesehatan Lingkungan

94,84

Baik

 

 


G. Penyajian Hasil Kegiatan

Hasil pencapaian nilai kinerja disajikan dalam bentuk grafik sarang laba- laba.Setiap jari-jari grafik sarang laba-laba mewakili satu kelompok jenis kegiatan pelayanan dan manajemen puskesmas.Grafik sarang laba-laba membantu pembaca dalam memahami tingkat kesenjangan pencapaian dan ketidakserasian antara hasil kegiatan dan manajemen.Data-data diatas dianalisa menggunakan diagram laba-laba sebagai berikut :




 

Diagram 4. Grafik Laba-Laba Hasil Cakupan Penilaian Kinerja Upaya Kesehatan Masyarakat Esensial di UPT Puskesmas Kokap I tahun 2021


 

BAB V ANALISIS HASIL KINERJA

Dari semua kegiatan yang ada terdapat beberapa masalah yang di hadapi oleh Puskesmas Kokap I sehingga hasil kegiatan tidak sesuai dengan harapan.Permasalahan tersebut kemudian dirumuskan untuk mencari solusi. Masalah dapat diketahui dari adanya kesenjangan antara hasil capaian dan target yang ditentukan.


 

Tabel 21. Identifikasi permasalahan dan Pemecahan masalah dari pencapaian Kinerja UKM Esensial di UPT Puskesmas Kokap I tahun 2021

 

No

UKM Esensial

Target

capaian

Masalah

ANALISA MASALAH

HAMBATAN

RENCANA TINDAK LANJUT

 

 

Kesehatan Lingkungan

 

 

 

 

 

 

Pembinaan

28,00%

25,8%

Cakupan

Kunjungan rumah

Pelaksanaan

melakukan OJT

sanitasi

 

 

pembinaan

masih kurang

kunjungan rumah

kepada JMD atau

perumahan

 

 

sanitasi

karena

tidak sesuai

kader untuk IKL

 

 

 

perumahan

keterbatasan

dengan jadwal

rumah sehat . IKL

 

 

 

baru mencapai

waktu dan

yang sudah

rumah sehat bisa

 

 

 

25,80% dari

keterbatasan

dibuat

dilakukan

 

 

 

28% di

petugas.

 

bersamaan dengan

 

 

 

Puskesmas

 

 

intervensi PISPK

 

 

 

Kokap I pada

 

 

dan kunjungan PHN

 

 

 

tahun 2021

 

 

bersamaan dengan

 

 

 

 

 

 

program yang lain .

 

Konseling

12,00%

2,30%

Cakupan

kurangnya rujukan

kurangnya

penggalangan

Sanitasi

 

 

konseling

pasien penyakit

komitmen

komitmen bersama

 

 

 

sanitasi baru

berbasis

bersamadan

untuk rujukan

 

 

 

mencapai 2,3%

lingkungan ke

koordinasi untuk

pasien berbasis

 

 

 

dari 12% di

klinik sanitasi.

merujuk pasien

lingkungan .

 

 

 

Puskesmas

petugas sedang

berbasis

Pelimpahan tugas

 

 

 

Kokap I pada

tugas luar pada

lingkungan ke

jika tidak ada

 

 

 

tahun 2021

saat ada rujukan

klinik sanitasi.

petugas sanitarian

 

 

 

 

sanitasi . Pasien

 

bisa dilimpahkan

 

 

 

 

PBL yang tidak

 

kepada petugas

 

 

 

 

dirujuk ke klinik

 

surveilans

 

 

 

 

sanitasi. pasien

 

 

 

 

 

 

PBL yang sudah

 

 

 

 

 

 

dirukuk ke klinik

 

 

 

 

 

 

sanitasi namun

 

 

 

 

 

 

tidak di entry ke

 

 

 

 

 

 

SIMPUS. Pasien  PBL sudak di berikan konsultasi sanitasi namun toidak dituangkan ke rekam medis

 

 


 

BAB VI KESIMPULAN DAN SARAN

 

A.   KESIMPULAN

Puskesmas Kokap I sudah melakukan fungsinya dengan baik namun meskipun banyak keberhasilan yang sudah diraih dari capaian program, hasil survei dan hasil penilaian yang sudah dilakukan tetap ada permasalahan yang dihadapi yang kita sadari bersama karena kita sedang dan akan terus berproses untuk selalu melakukan evaluasi, melakukan perbaikan dan akan terus selalu melakukan peningkatan yang berkesinambungan sesuai dengan komitmen kita menjadikan puskesmas yang bermutu dalam pelayanan untuk mewujudkan masyarakat sehat. Pada pencapaian program puskesmas sebagian belum mencapai target yang ditetapkan diantaranya Pembinaan sanitasi perumahan dan Konseling Sanitasi

Hasil penilaian tahun 2021 ini dijadikan sebagai motivasi dan evaluasi untuk terus meningkatkan kualitas kinerja kita dalam bekerja menjalankan tugas dan fungsinya demi kepuasan pelanggan di tahun selanjutnya.

 

 

B.   SARAN

1.  Pelaksanaan kinerja yang akan datang diharapkan setiap pemegang program dapat melakukan crosscek data dengan lintas program sehingga diperoleh validitas data yang lebih baik.

2.   Kualitas pelayanan untuk tahun berikutnya hendaknya masih bisa ditingkatkan ke jenjang yang lebih tinggi dan peningkatan mutu pelayanan puskesmas


 

DAFTAR PUSTAKA

 

1.               Peraturan Menteri Kesehatan RI No 43 tahun 2019. Peraturan Menteri Kesehatan RI No 43 tahun 2019 tentang Puskesmas. Peratur Menteri Kesehat RI No 43 tahun 2019 tentang Puskesmas. 2019;Nomor 65(879):2004–6.

2.               RI P. UU RI No 32 Tahun 2004 tentang Pemerintah Daerah. 2004;1–3.

3.               Presiden Republik Indonesia. UU No. 29 Tahun 2004 Tentang Praktik Kedokteran. Aturan Prakt Kedokt. 2004;157–80.